Office :

JL. Anwar Aid, depan galeri KUMKM Tanjungpandan Belitung, Indonesia Hotline +62 81271625108 , +62 81929641984 Email : zonabelitung.tour@gmail.com

Zona Belitung Tour menawarkan paket tour wisata belitung murah menarik menyengkan untuk liburan anda bersama keluarga, kerabat, atau rekan kantor

SELAMAT DATANG DI ZONA BELITUNG TOUR & TRAVEL , KAMI SIAP MENGANTARKAN ANDA YANG INGIN BERWISATA KE PULAU BELITUNG. SELAIN PAKET REGULER, KAMI JUGA MENYEDIAKAN BERAGAM PAKET MENARIK LAINNYA

Dunia bawah Laut , Pulau Belitung
















Danau Kaolin, Belitung


Danau biru atau Danau Kaolin kebanyakan orang menamakannya. Tempat ini sebenarnya bukan lah destinasi wisata untuk umum. Danau ini merupakan bekas galian tambang kaolin yang tidak di reklamasi. 

Seperti kita ketahui daerah Kepulauan Bangka Belitung semenjak dahulu terkenal dengan daerah tambang , salah satunya adalah kaolin. Kaolin ini merupakan bahan baku untuk pembuatan kosmetik, keramik, semen, tip ex, dll . 


Berjarak hanya sekitar 7 Km dari pusat kota dan berada di Jalan Murai, Air Raya , dan satu arah menuju Bandara menjadikan tempat ini salah satu tempat yang wajib di kunjungi jika ke Pulau Belitung .Warna air di danau ini biru kontras dengan dinding kolam yang berwarna putih susu. Jika cuaca bagus dan panas, warna biru nya benar – benar terang. Jangan lupakan topi dan kacamata anda jika berkunjung ke sini siang hari.










Muang Jong

Prosesi Adat Muang Jong...


proses pelaruangan Jong ke tengah laut

Muang artinya Buang , dan Jong adalah kapal, Jadi secara harfiah Muang Jong berarti membuang kapal  ( miniatur ) ke laut. Tradisi budaya ini dilakukan secara turun menurun oleh Suku Sawang. Suku Sawang adalah Suku asli ( suku Laut ) yang mendiami Pulau Belitung, disamping Suku ini sebenarnya masih ada beberapa Suku lain diantaranya Suku Lingga, Suku Ulim , Suku Juru dan Suku Parak . Tetapi keberadaan mereka sampai saat ini sudah amat jarang bisa diketemukan. 

Puncak dari Ritual ini adalah membuang miniatur kapal yang berisikan sesaji ( semacam sedekah laut ) dengan harapan memohong perlindungan dan keselamatan buat para Nelayan ,siapun yang berada di laut , dan menggantungkan hidupnya di laut . Sekaligus mengenang arwah – arwah para leluhur yang meninggal karena ganasnya ombak dilautan. Pelaksanaanya dipilih pada bulan- bulan akan dimulai Musim Barat, karena biasanya di musim ini, ombang sangat tinggi , curah hujan yang lebat dan lama disamping angin yang berhembus juga sangat kencang .

Ritual adat ini bermula , ketika dahulu  sekelompok orang sawang yang sedang berada di tengah laut ditimpa musibah, mereka pun terapung – apung sekian lama . Ditengah kepasrahan yang mendera,  datanglah pertolongan dari “penguasa laut” dan kemudian di selamatkan didaerah yang di sebut Gusong Timur. Ditempat itu mereka di perlihatkan sebuah Jong ( perahu ) dan ancak ( pondok kecil ) . Seketika sang penyelamat mereka ini menghilang, dan mereka pun sadar , bahwa yang menyelamatkanya itu adalah Penguasa laut. Sejak saat itu, orang – orang Suku Sawang mengadakan riual Muang jong dengan meniru Jong dan ancak yan diperlihatkan kepada mereka.

Sebelum Jong dibuang ke laut , terlebih dahulu harus melalui beberapa  ritual adat . Yang pertama adalah Ritual berasik , ritual ini bermaksud mengundang atau menghubungi makluk halus dengan pembacaan mantera- mantera , dengan sarana beras, beberapa butir telur ayam kampung , daun gende ruse, dan kemenyan kemenyan  di bakar . Ritual ini dipimpin oleh pemuka adat dan diiringi oleh alunan suara gendang. 

Ritual pembacaan Mantera


Usai ritual Berasik , dilanjutkan dengan tari -tarian di kenal dengan nama Tarian Ancak. Pada tarian ini , dilakukan perorangan dengan membawa Ancak ( replika rumah rumahan yang dihiasai dengan daun kelapa muda ) dikepalanya , untuk kemudian digoyang-goyangkan ke empat  arah mata angin , sebagai tahap awalnya. Tarian ini dilakukan sebanyak empat  kali, oleh empat arang yang berbeda dan tentunya mengundang “penguasa” yang juga berbeda pula, para penguasa itu kemudian merasuki tubuh sang penari . Syair syair lagu yang menyayat hati terus dilantunkan sementar  telapak tangan para penabuh  tak henti hentinya memukul gendang.  Bait – Bait syair lagu ini berisikan harapan , doa,  sekaligus kesedihan akan musibah yang menimpa saudara mereka sesama kaum Sawang .
Tarian ini terhenti ketika penari terakhir yang kemudian kesurupan dan menjat tiang tinggi yang di sebut dengan Jitun . 

Seorang Penari yg membawa Ancak 
Tiang Jitun


Setelah Jong dibuang kelaut , maka para Nelayan sama sekali tidak diperbolehkan melaut. Konon, jika melanggar petuah ini , musibah akan datang menghampiri 


Jong dan Ancak

Ritual tarian mengelili Jong dan Ancak, sebelum di larung ke laut

JONG

TARSIUS BANCANUS SALTATOR ( Pelilean)



Selain terkenal dengan pantainya yang indah dan bebatuan granitnya yang unik, Belitung juga punya sisi lain yang tak kalah menarik. TARSIUS Bancanus Saltator atau dalam bahasa lokal dipanggil dengan sebutan Pelilean, adalah  primata terkecil di dunia. Di Indonesia sendiri habitatnya tersebar di sekitar Pulau Borneo, Sumatera, Sulawesi dan pulau-pulau sekitar seperti Bangka, Belitung, sedikit di Pulau Bali dan Lombok. Dan di Dunia hanya ada di empat Negara , yaitu  Malaysia (Sabah dan Serawak) ,Brunei Darussalam dan Fhiliphina. 


Kata Tarsius berasal dari “ tarsal ” yang artinya tulang pergelangan kaki. Ukuran pergelangannya memang panjang, hal ini sangat  membantu pergerakannya. Disamping itu juga , tentunya bisa mengokohkan posisi Tarsius pada waktu bertenggar di dahan-dahan pohon. Biarpun kecil,  hewan ini bisa melompat sejauh 3 Meter, kalau diperhatikan jari tangan dan kakinya berselaput seperti katak.



Sepintas hewan yang sangat aktif  ini mirip dengan monyet. Tarsius ini seperti gabungan berbagai jenis hewan. Badannya di lindungi oleh bulu-bulu lebat berwarna kuning kecoklatan, terasa sangat lembut jika di sentuh, seperti Kucing. Ekornya sangat panjang, bahkan panjangnya dua kali lipat dari ukuran badannya sendiri. Mirip ekor tikur, cuman di ujungnya ekornya terdapat Bulu-bulu halus yang tegak ”merangsang” . Hewan ini terlihat sangat menggemaskan, lihat saja hidungnya, terlihat  lucu.  Telinganya yang kecil sangat sering di gerak gerakan untuk mendeteksi keberadaan mangsa atau bahaya yang sedang mengincar.tapi biarpun terlihat lucu,sebaiknya jangan menyentuh hewan satu ini. Disamping mempunyai cakar di jari kedua dan ketiganya, juga mempunya gigi yang tajam. 


Tarsius memang pantas di sebut primata terkecil didunia. Di Belitung sendiri besarnya cuman satu kepalan tangan orang dewasa. Beratnya hanya sekitar 100an gram.
Sebagai hewan Nokturnal , hewan ini hanya beraktifitas di malam hari. Makanan utamanya adalah serangga dan jangkrik.Tarsius ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon. Melompat dari dahan satu ke dahan yang lain. Yang uniknya mereka tidak bisa berjalan di atas tanah . Jika menyentuh tanah, otomatis akan langsung melompat ke pohon. Bahkan tidur dan melahirkan pun diatas pohon.Seekor Induk tarsius akan mengandung selama 6 bulan, dan bayinya ini setelah berumur sehari , udah langsung bisa melompat . Yang paling unik dari Hewan satu ini adalah kepalanya bisa berputar 180 derajat, posisi wajahnya bisa sejajar dengan punggungnya sendiri. Matanya sangat besar, bulet dan menonjol, seolah olah mencuat keluar. Ukuran matanya bahkan melebihi volume otaknya sendiri. Dengan kondisi seperti ini tentunya sangat menguntungkan, matanya bisa lebih melihat dengan jelas di Malam hari.  




Konon, tarsius adalah hewan yang paling setia di dunia. Jika pasangannya mati dia akan stress dan bunuh diri dengan jalan melukai dirinya sendiri. 

Penurunan  habibat tarsisus ini banyak di sebapkan  pembukaan lahan hutan yang di bakar. Perkebunan sawit yang besar turut andil, disamping aktivitas tambang yang sangat mengganggu. Saat ini di belitung , habitatnya banyak  tersebar ada di Kawasan Hutan Lindung Batu Mentas Kecamatan Badau .Saat ini ada sebuah LSM yang bernama KPLB (Kelompok pecinta Lingkungan Belitung) bekerja sama dengan GEF serta Pemkab Belitung berupaya untuk melakukan konservasi terhadap hewan satu ini.

Sejak tahun 2011 Tarsius Bancanus Saltator telah ditetapkan sebagai Icon fauna Prop. BABEL.  



Pulau Lengkuas, Belitung




Memang tidak salah, kalau Pulau Lengkuas ini dijadikan Icon Wisatanya Pulau Belitung . Terletak di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kec Sijuk, Kab. Belitung. Keindahan panorama alam pantai yang dipagari batu granit dan pasir putih telah menjadikan pulau ini terlihat sangat indah. Dari pulau kecil ini kita bisa menikmati sunset dan sunrise yang pasti dilihat dari dua sisi yang berbeda. 

Untuk menggapai pulau kecil ini tidaklah sulit. Cukup menyewa boat Nelayan yang ada di Tanjung Binga maupun dari Tanjung Kelayang, Biaya sewa pun relatif murah, Rp 450.000-Rp900.000. tergantung dari ukuran ukuran kapal dan jumlah peserta yg mau berangkat
Perjalanan yang ditempuh hanya memakan waktu 30-40 menit dari Tanjung Kelayang. Jika berangkat dari Tanjung Binga justru bisa lebih cepat lagi karena dari dermaga Tanjung Binga, keelokan Pulau Lengkuas sudah memanggil untuk disentuh.




Perahu yang biasa digunakan untuk menuju Pulau Lengkuas adalah perahu nelayan yang biasa digunakan para nelayan mencari ikan.Tetapi semenjak pariwisata di Belitung  mulai bangkit, kapal ini jika siang beralih fungsi menjadi perahu buat berwisata. 
Pulau Lengkuas bisa dibilang sangat kecil, saking kecilnya, pulau ini bisa dikelilingi hanya dalam 15-20 menit. Dan jika kesini pas air laut surut, kita bisa berjalan kaki menuju sebuah pulau kecil di sebelah selatan pulau Lengkuas. Dari sini viewnya juga sangat bagus,

Di seputar pulau ada banyak pulau batu/batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal ,Batu granit yang berdiri kokoh di Pulau Lengkuas semakin indah dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan yang rimbun.
Cerita keindahan Pulau Lengkuas dengan pernak-pernik yang dimilikinya telah menghipnotis wisatawan nusantara maupun mancanegara, khususnya para fotografer. Sehingga tidak heran lagi jika pada hari libur Minggu ataupun libur nasional, pulau yang tidak sampai satu hektar akan dipenuhi para pengunjung.

Air lautnya yang jernih semakin menambah menawan Pulau Lengkuas  ini. Saking jernihnya, kita  bisa melihat dengan jelas ikan-ikan yang berkejaran di dasar laut. Sekitar Pulau Lengkuas ini sangat cocok dan menyenangkan untuk bermain di air laut atau snorkling.



Dan yang membuat sempurna, di Pulau ini terdapat sebuah Mercusuar yang usianya sudah ratusan tahun. Bangunan ini konon katanya di bangun pada tahun 1882. dengan ketinggian 60 meter dan 313 anak tangga hingga mencapai 19 lantai. Dan Mercusuar ini masih berfungsi dengan sangat baik, ada 3 orang penjaga yangbertugas disini, mereka juga sangat ramah ramah dengan para pengunjung.  Dengan hanya membayar uang kebersihan Rp. 5.000  kita bisa menapaki tangga demi tangga di mercusuar ini. .. Memang agak berat , tapi kalori dan energi yang dikeluarkan terbayarkan dengan indahnya pemandangan yg ada dari balik jendela ,  Sensasi   melihat pemandangan yg berbeda – beda dari setiap lantainya . 

Dipuncak mercusuar kita bisa menikmati keindahan dari segala penjuru. Angin nan sepoi pun menghembuskan kekuatannya pada tubuh. Indahnya Pulau Lengkuas ini sungguh luar biasa, kadang terlalu susah untuk menceritakan bagaimana keindahan alam hanya dengan kata-kata. 

Ayo jangan ragu lagi melangkahkan kaki berwisata ke Pulau Lengkuas , Belitung ...