Office :

JL. Anwar Aid, depan galeri KUMKM Tanjungpandan Belitung, Indonesia Hotline +62 81271625108 , +62 81929641984 Email : zonabelitung.tour@gmail.com

Zona Belitung Tour menawarkan paket tour wisata belitung murah menarik menyengkan untuk liburan anda bersama keluarga, kerabat, atau rekan kantor

SELAMAT DATANG DI ZONA BELITUNG TOUR & TRAVEL , KAMI SIAP MENGANTARKAN ANDA YANG INGIN BERWISATA KE PULAU BELITUNG. SELAIN PAKET REGULER, KAMI JUGA MENYEDIAKAN BERAGAM PAKET MENARIK LAINNYA

Muang Jong

Prosesi Adat Muang Jong...


proses pelaruangan Jong ke tengah laut

Muang artinya Buang , dan Jong adalah kapal, Jadi secara harfiah Muang Jong berarti membuang kapal  ( miniatur ) ke laut. Tradisi budaya ini dilakukan secara turun menurun oleh Suku Sawang. Suku Sawang adalah Suku asli ( suku Laut ) yang mendiami Pulau Belitung, disamping Suku ini sebenarnya masih ada beberapa Suku lain diantaranya Suku Lingga, Suku Ulim , Suku Juru dan Suku Parak . Tetapi keberadaan mereka sampai saat ini sudah amat jarang bisa diketemukan. 

Puncak dari Ritual ini adalah membuang miniatur kapal yang berisikan sesaji ( semacam sedekah laut ) dengan harapan memohong perlindungan dan keselamatan buat para Nelayan ,siapun yang berada di laut , dan menggantungkan hidupnya di laut . Sekaligus mengenang arwah – arwah para leluhur yang meninggal karena ganasnya ombak dilautan. Pelaksanaanya dipilih pada bulan- bulan akan dimulai Musim Barat, karena biasanya di musim ini, ombang sangat tinggi , curah hujan yang lebat dan lama disamping angin yang berhembus juga sangat kencang .

Ritual adat ini bermula , ketika dahulu  sekelompok orang sawang yang sedang berada di tengah laut ditimpa musibah, mereka pun terapung – apung sekian lama . Ditengah kepasrahan yang mendera,  datanglah pertolongan dari “penguasa laut” dan kemudian di selamatkan didaerah yang di sebut Gusong Timur. Ditempat itu mereka di perlihatkan sebuah Jong ( perahu ) dan ancak ( pondok kecil ) . Seketika sang penyelamat mereka ini menghilang, dan mereka pun sadar , bahwa yang menyelamatkanya itu adalah Penguasa laut. Sejak saat itu, orang – orang Suku Sawang mengadakan riual Muang jong dengan meniru Jong dan ancak yan diperlihatkan kepada mereka.

Sebelum Jong dibuang ke laut , terlebih dahulu harus melalui beberapa  ritual adat . Yang pertama adalah Ritual berasik , ritual ini bermaksud mengundang atau menghubungi makluk halus dengan pembacaan mantera- mantera , dengan sarana beras, beberapa butir telur ayam kampung , daun gende ruse, dan kemenyan kemenyan  di bakar . Ritual ini dipimpin oleh pemuka adat dan diiringi oleh alunan suara gendang. 

Ritual pembacaan Mantera


Usai ritual Berasik , dilanjutkan dengan tari -tarian di kenal dengan nama Tarian Ancak. Pada tarian ini , dilakukan perorangan dengan membawa Ancak ( replika rumah rumahan yang dihiasai dengan daun kelapa muda ) dikepalanya , untuk kemudian digoyang-goyangkan ke empat  arah mata angin , sebagai tahap awalnya. Tarian ini dilakukan sebanyak empat  kali, oleh empat arang yang berbeda dan tentunya mengundang “penguasa” yang juga berbeda pula, para penguasa itu kemudian merasuki tubuh sang penari . Syair syair lagu yang menyayat hati terus dilantunkan sementar  telapak tangan para penabuh  tak henti hentinya memukul gendang.  Bait – Bait syair lagu ini berisikan harapan , doa,  sekaligus kesedihan akan musibah yang menimpa saudara mereka sesama kaum Sawang .
Tarian ini terhenti ketika penari terakhir yang kemudian kesurupan dan menjat tiang tinggi yang di sebut dengan Jitun . 

Seorang Penari yg membawa Ancak 
Tiang Jitun


Setelah Jong dibuang kelaut , maka para Nelayan sama sekali tidak diperbolehkan melaut. Konon, jika melanggar petuah ini , musibah akan datang menghampiri 


Jong dan Ancak

Ritual tarian mengelili Jong dan Ancak, sebelum di larung ke laut

JONG